Seni-Budaya Indonesia Getarkan Kota Dimyat

Setelah sukses menggelar penampilan seni- budaya Indonesia di berbagai kota Mesir, pada 4/7 kemarin, Kedutaan Besar RI Cairo kembali menghelat kegiatan serupa di Kota Dimyat, Ibu Kota Provinsi Dimyat Mesir bekerja sama dengan Perpustakaan Umum Mesir di kota ujung Nil tersebut.
Acara ini bertajuk “Hari Budaya Indonesia-Mesir” dengan menampilkan seni-budaya Indonesia-Mesir secara bergantian. Dari pihak Indonesia, ditampilkan tari Saman, tari Zapin, tari Bali, tari Nusantara dan Pencak Silat. Para penampil tersebut merupakan anggota Sanggar Kinanah binaan Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) KBRI Cairo.
Adapun pihak Mesir menampilkan dua visualisasi drama bertema nasionalime Mesir yang ditampilkan oleh pelajar binaan Perpustakaan Umum Mesir, Dimyat.
Acara tersebut dibuka dan dihadiri oleh Gubernur Dimyat, Prof. Dr. Manal Awad dan KUAI KBRI Cairo, M. Aji Surya. Pada sambutannya, KUAI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan masyarakat Dimyat atas fasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut serta menegaskan bahwa kerja sama Indonesia Mesir telah berlangsung sangat lama dan perlu terus dikembangkan. “Para pendahulu kita berhasil saling memahami dan bekerja sama, maka hari ini kita berkumpul juga untuk menambah kesepahaman dan kerja sama demi masa depan,” ujar KUAI yang akrab disapa Pak Dhe ini.
Senada dengan KUAI, Gubernur Dimyat menegaskan, Dimyat memiliki harapan besar untuk bekerja sama dengan Indonesia, terutama dalam bidang yang menjadi keunggulan Dimyat, semisal perkayuan dan perikanan.
Sebelum pertunjukan seni, acara dimulai dengan pertemuan resmi antra KUAI RI Cairo dengan Gubernur Dimyat, dimana keduanya bersepakat untuk menjalik kerja sama yang saling menguntungkan, terutama penjajagan dalam sister city.
“Dimyat merupakan salah satu Provinsi Mesir yang dikenal sebagai kawasan industri terbesar furniture dan meubel, baik yang dilalukan secara tradisional maupun modern. Bahkan, kami memiliki kawasan industri furniture baru yang luasnya mencapai 50 ribu KM2,”  sebut Gubernur Wanita kedua di Mesir ini.
KUAI menegaskan, bahwa Indonesia juga memiliki banyak kawasan industri ukiran dan furniture. Yang paling terkenal adalah kota Jepara yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.
Mendengar informasi tersebut, Gubernur langsung menyambut “Kalau begitu, saya menawarkan agar Kota Dimyat ini menjadi Kota Kembar Jepara. Sehingga, dua kota ini bisa bekerja sama dalam pengelolaan industri perkayuan dan furniture.  Jika hal ini disetujui oleh pihak Indonesia, saya siap berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat ini untuk menandatangani MoU Kota Kembar tersebut sekaligus meninjau industri ini di Kota Jepara,” imbuh Gubernur.
“Pada dasarnya Pemerintah RI dapat menyambut baik keinginan tersebut. Kami tunggu draft MoU dimaksud, sehingga dapat segera kami sampaikan kepada pihak terkait di Indonesia,” ujar KUAI, yang disambut kesiapan Gubernur untuk menyiapkan MoU tersebut.
Pada pertemuan ini, KUAI didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris II Ekonomi, Atase Perdagangan dan staf Pensosbud.
Acara pertunjukan seni budaya ini dimulai dengan pameran hasil kerajinan Indonesia dan Mesir, dimana Indonesia memamerkan produk kerajinan tangan, kopi dan objek pariwisata Indonesia.
Dimyat adalah Provinsi ke 8 Mesir yang terletak di kawasan Utara Mesir, yang jaraknya sekitar 280 KM dari Ibu kota Cairo. Masyarakat Dimyat nampak terpesona dengan penampilan Indonesia. “Saya tidak menyesal datang ke sini panas-panas, sebab di acara ini saya dihibur penampilan-penampilan tim kesenian Indonesia,0 ujar Syaban, mahasiswa tingkai 1 Dimyat University sambil berseri-seri.
“Saya tertarik dengan seni beladiri Indonesia. Saya juga ingin ikut berlatih,” imbuhnya dengan mimik muka serius.​

Leave a Comment