KBRI Cairo Beri Pembekalan para Penerima Beasiswa KNB, Darmasiswa dan Pemenang Lomba Pidato

KBRI Cairo berikan Pembekalan kepada para Peserta Beasiswa Darmasiswa, Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Pemenang Lomba Pidato dan Bercerita Bahasa Indonesia Tahun 2019 di aula Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) Cairo, tanggal 29 Juli 2019.
Para penerima beasiswa tersebut direncanakan akan berangkat ke Indonesia pada awal Agustus 2019 dan alan ditempatkan di beberapa perguruan tinggi di tanah air.
Adapun pemenang juara satu lomba pidato dan lomba bercerita berbahasa Indonesia, diundang oleh Pemerintah RI, untuk mengunjungi Indonesia, sekaligus menghadiri upacara proklamasi RI ke 74 di Istana Negara.
Beasiswa Darmasiswa merupakan program beasiswa yang diberikan Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan tujuan pengenalan bahasa dan seni budaya Indonesia dalam durasi satu tahun.
Tahun ini, terdapat 15 mahasiswa Mesir yang mendapatkan beasiswa Darmasiswa.
Selain Program Beasiswa Darmasiswa, juga terdapat 10 siswa Mesir yang mendapatkan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB); 9 siswa akan melanjutkan studi S2, yaitu di Universitas Muhammadiyah Malang, Universita Muhammadiyah Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Malang, dan UPI Bandung. Sementara 1 siswa akan melanjutkan program S1 di Universitas Muhammadiyah Malang.
Pada pembekalan tersebut, Atase Pendidilan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab, MA memberikan motivasi dan kiat-kiat sukses belajar di Indonesia. Kunci utama sukses kalian adalah sabar, baik menghadapi kondisi sosial, lingkungan maupun makanan yang bagi sebagian kalian pasti dirasa sangat asing. Tapi jika kalian sabar, maka kondisi itu akan berubah, dimana kalian akan bisa menikmati banyak hal selama studi di Indonesia” ungkap Atdikbud. Adapun Wakil Kepala Perwakilan RI, Muhamad Adji Surya pada acara tersebut menekankan, bangsa yang akan jaya adalah bangsa yang angka pemudanya lebih banyak dan mereka menjadi agen inovasi” ungkap Aji. “Kalau anak mudanya tidak kreatif, maka negara tersebut akan mundur meski anak mudanya lebih banyak” imbuh pria yang akrab disapa Pak De ini.
Selain itu, acara juga diisi dengan pengenalan bahasa sehari oleh Mufid Masngudi, Ketentuan-ketentuan studi di Indonesia oleh Cecep Taufikurrohman dan Pengenalan singkat budaya indonesia oleh Indra Gunawan.
Acara tersebut, dihadiri pula oleh Prof. Dr. Syahidin/Guru Besar UPI yg sedang visiting Professor di Mesir, dimana ia memberikan kiat-kiat singkat memahami plus minus sebuah bangsa dan nilai-nilai mana yang harus dipilih untuk diambil dan mana yang harus dijauhkan.​

Sumber

Berita Terkait

Leave a Comment