SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS KEBIJAKAN DAN PRODUK HUKUM KEMENTERIAN LUAR NEGERI DI WILAYAH AFRIKA DAN TIMUR TENGAH

Pada tanggal 26 – 28 Juli 2019 KBRI Cairo menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kebijakan dan Produk Hukum Kementerian Luar Negeri di Wilayah Afrika dan Timur Tengah. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari Perwakilan RI (yaitu 21 peserta dari kawasan Afrika dan 29 peserta dari kawasan Timur Tengah). Sebagai narasumber hadir antara lain, Sekjen Kemenlu, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Keuangan serta Kepala Biro Hukum Administrasi Kementerian dan Perwakilan, Kemlu dan Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN), Sekretariat Negara.
Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kebijakan dan Produk Hukum Kementerian Luar Negeri ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) format, yaitu: policy briefing untuk memberikan pemahaman umum dan menyeluruh yang dilanjutkan dengan bimbingan teknis (coaching clinic) serta klinik konsultasi (one-on-one) dari para narasumber untuk memberikan pendalaman materi secara intensif dan komprehensif sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh perwakilan masing-masing. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Perwakilan RI di Afrika dan Timur Tengah serta menciptakan pemahaman bersama dalam menyikapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam upaya pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzy membuka kegiatan tersebut dengan mengkutip pidato Presiden Joko Widodo pada saat menyampaikan pidato visi dan misi pemerintahan lima tahun ke depan di Visi Indonesia, Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, pada 14 Juli lalu. “Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF”.
“Kegiatan ini menunjukan upaya penting bagi Kementerian Luar Negeri untuk dapat menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik melalui penguatan aspek kelembagaan dan pengorganisasian kerja internal serta peningkatan pelayanan publik bagi seluruh stake holder kebijakan luar negeri RI” ujar Helmy Fauzy.
Senada dengan hal tersebut, Sekjen Kemenlu, Mayerfas dalam paparannya menggarisbawahi pentingnya pengelolaan perwakilan yang dilakukan dengan benar melalui pemahaman peraturan terkait. “Seluruh pegawai Kemlu agar memahami peraturan yang ada di lingkungan Kemlu, sebagai organisasi yang rule-based, sehingga setiap pegawai mengetahui hak dan kewajibannya” ujar Mayerfas. Selanjutnya Mayerfas meminta kepada seluruh peserta agar senantiasa mengingat tugas dan tanggungjawab sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di kawasan Afrika dan Timur Tengah yang telah menjadi prioritas pemerintah dalam pengembangan kerjasama ekonomi di pasar non-tradisional.​​

Berita Terkait

Leave a Comment