Jenazah 2 Mahasiswa Indonesia yang Tewas di Sungai Nil Dipulangkan ke Tanah Air

Jakarta – Jenazah dua mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar, Akil dan Ainur, yang tewas tenggelam di Sungai Nil Mesir dipulangkan ke Tanah Air. Jenazah akan tiba di Indonesia pada Sabtu (3/8) sore. Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (2/8/2019), jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Al Azhar sebelum diberangkatkan menuju bandara. Jenazah akan tiba di Bandara Soekarno Hatta. Dua mahasiswa Indonesia itu meninggal akibat tenggelam di Sungai Nil kawasan Qanater, Provinsi Qalyubia, Mesir. KBRI Kairo menerima laporan tersebut pada Senin (29/7) pukul 14.56 waktu setempat. Kedua mahasiswa yang…

Selengkapnya...

Dua Pelajar Indonesia Tewas Tenggelam di Sungai Nil

KAIRO – Dua pelajar al-Azhar asal Indonesia tewas terseret arus bawah sungai Nil di daerah Qanatir, Mesir. Ainur Rohman dari Madura dan Mutawakkil Alallah asal Sidoarjo tewas saat berenang di sungai terbesar di dunia itu. Ainur Rohman dan Mutawakkil Alallah (Akil) bersama 16 anggota IKBAL Korda Kairo diketahui pergi ke Qanatir pada hari Senin pukul 10.00 waktu setempat. Mereka hendak berlibur di ke wilayah tersebut. “Saat berada di sana, Akil bersama tiga orang temannya berenang. Akil yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur oleh beberapa orang. Akan tetapi tidak didengar,…

Selengkapnya...

Jenazah WNI yang Tenggelam di Sungai Nil Ditemukan

Pencarian jenazah Mutawakkil Alallah, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tenggelam di Sungai Nil, Mesir, pada Senin (29/7) lalu, akhirnya membuahkan hasil. Kabar ini disampaikan Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo, Musa Derek Sairwona. “Baru ditemukan beberapa waktu yang lalu,” ujar Musa kepada kumparan, Selasa (30/7). Saat ditanya kepulangan jenazah untuk dibawa ke Indonesia, Musa belum bisa menjelaskan secara rinci. “Belum ada keputusan,” tuturnya. Selain Akil (panggilan Mutawakkil), ada satu korban tewas lainnya yang teridentifikasi bernama Ainur Rahman. Akil dan Ainur berasal dari Madura. Berdasarkan keterangan KBRI Kairo,…

Selengkapnya...

Dua WNI Tenggelam di Sungai Nil

Dua orang warga Indonesia tenggelam di Sungai Nil, Mesir. Insiden tersebut terjadi pada Senin (29/7) waktu setempat. Korban tenggelam teridentifikasi sebagai Ainur Rahman dan Mutawakkil Alallah yang kerap disapa Akil. Keduanya berasal dari Madura. Keterangan KBRI Kairo kejadian nahas tersebut tepatnya terjadi sungai Nil di daerah Qanatir. Wilayah itu berjarak 29 kilometer dari ibu kota, Kairo. Kedua orang itu bersama 16 mahasiswa asal Indonesia lainnya berada di Qanatir untuk berlibur. Menurut Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo, Musa Derek Sairwona, kejadian bermula saat Akil dan tiga temannya lain berenang di Sungai Nil. “Akil yang mencoba berenang ke tengah…

Selengkapnya...

Dua Mahasiswa Indonesia Tenggelam Saat Mandi di Sungai Nil

Dua warga negara Indonesia tenggelam di perairan Nil ketika mereka mandi selama perjalanan menyusuri Nil di Qanatir al-Khairah. Lima orang dari rombongan saat itu turun untuk mandi, dimana dua orang tenggelam dan tiga lainnya berhasil menyelamatkan diri. Mayor Jenderal Tariq al-Ajizi, Direktur Keamanan Qolyubiya, menerima pemberitahuan dari Brigadir Jenderal Yasir Mansour, Direktur Al-Masatat, yang menyatakan bahwa dua orang berkebangsaan Indonesia tenggelam di perairan Sungai Nil di Qanatir al-Khairiah. Segera setelah itu, pasukan keamanan dan pasukan penyelamat diberangkatkan ke sungai dan mayat-mayat tersebut berhasil ditemukan. Diketahui bahwa almarhum adalah bagian dari…

Selengkapnya...

Mahasiswi RI Tewas Kecelakaan di Kairo, Keluarga Tak Ingin Menuntut

Jepara – Keluarga Fatihatun Nahdliyyah, mahasiswi Al Azhar Cairo yang meninggal akibat kecelakaan tidak ingin menuntut lewat jalur hukum. Kedua orang tua mengaku pasrah, dan meminta jenazah anak pertamanya itu dipulangkan tanpa biaya. “Saya tidak banyak menuntut, karena sadar beda waktu beda negara. Tentu saja beda bicara, tidak semudah itu,” ujar ayah Fatihatun, Ali Rohmat (51). Hal ini disampaikan Ali saat berbincang dengan detikcom di kediamannya Desa Srikandang RT 1 RW 10, Bangsri, Kabupaten Jepara, Sabtu (18/5/2019). Ali mengaku sempat ditawari apakah banding dengan keputusan pengadilan atas peristiwa yang menimpa anaknya itu. Namun,…

Selengkapnya...