Gunung Merapi Gugurkan Awan Panas 1,1 Km Sore Ini

Sleman – Gunung Merapi menggugurkan awan panas sore ini. Tercatat jarak luncur guguran 1,1 km ke arah hulu Kali Gendol. “Terjadi awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 4 Agustus 2019 pukul 15.32 WIB,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida dalam keterangannya, Minggu (4/8/2019). Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 65 mm dan durasi 115 detik. “Jarak luncur 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol,” jelasnya. Sebelumnya, pada pukul 13.52 WIB tadi, juga terjadi guguran awan panas Gunung Merapi. Tercatat di seismogram dengan…

Selengkapnya...

Gunung Merapi Keluarkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 900 Meter

VIVA – Awan panas guguran terjadi di Gunung Merapi, Minggu, 4 Agustus 2019. Awan panas guguran terjadi sebanyak dua kali yaitu pukul 08.41 dan 13.52 WIB. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran memiliki jarak luncur 900 meter. “Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 35 mm, dan durasi kurang lebih 90 detik. Jarak luncur 900 meter ke arah hulu Kali Gendol,” ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya. Hanik mengungkapkan awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 13.52 WIB. Awan panas guguran, kata Hanik,…

Selengkapnya...

Gempa Banten: Satu Orang Meninggal, Seribu Orang Mengungsi

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada satu orang meninggal dunia dalam kejadian gempa bumi Banten di perairan Banten pada Jumat (2/8) malam. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo juga menyebut ada lebih daŕi seribu orang di Banten dan Lampung mengungsi akibat peristiwa itu. “Jumlah korban 1.050 jiwa mengungsi, empat orang luka-luka, satu orang meninggal dunia atas nama Rasinah, 48 tahun, Kampung Cilangkahan RT 03/01 Desa Pecangpari Kecamatan Cigemblong, akibat panik dan serangan jantung,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/8). Agus…

Selengkapnya...

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Banten

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini potensi tsunami setelah dua jam berlangsung pascagempa dengan magnitudo 7,4 dengan pusat di Banten. “Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa dengan magnitudo 7,4, pada 2 Agustus 2019 pukul 19.03.25 WIB dinyatakan telah berakhir,” ungkap BMKG, Jumat (2/8) malam. Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,4 terjadi di daerah Banten, Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB. Gempa itu terasa di daerah Banten, Lampung, Jabodetabek, Sukabumi, Tasikmalaya, hingga Yogyakarta. BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami. Sejumlah wilayah berstatus siaga dan waspada tsunami dengan ketinggian gelombang maksimal 0,5-3 meter. Gelombang tsunami…

Selengkapnya...

BMKG Sebut Tak Ada Gempa Susulan Pasca-Guncangan di Banten

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan tidak ada gempa susulan setelah gempa 6,9 SR yang berpusat di Banten mengguncang wilayah Pulau Jawa dan Lampung pada pukul 19:03 WIB tadi. “Bagaimana dengan gempa susulan? Hingga pukul 21:35 WIB, BMKG belum mencatat ada gempa susulan. Jadi tidak terjadi gempa susulan sampai pukul 21:35 WIB,” kata Dwikorita saat jumpa media di kantor BMKG, Jumat (2/8).

Selengkapnya...

Mutakhirkan Data, BMKG Sebut Magnitudo Gempa Banten 6,9

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut pihaknya memutakhirkan data kekuatan gempa Banten menjadi magnitudo 6,9. Sebelumnya, BMKG menyebut gempa Banten yang terjadi pada pukul 19.03.25 WIB itu mencapai 7,4. Peringatan dini kemudian dikeluarkan dan diakhiri pada pukul 21.35 WIB. “Hasil analisis BMKG atas gempa berkekuatan 7,4 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkekuatan 6,9,” ucapnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/8). Diketahui, usai gempa yang terasa hingga Yogyakarta itu BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami. Sejumlah wilayah berstatus siaga dan waspada tsunami dengan ketinggian gelombang maksimal 0,5-3 meter.…

Selengkapnya...