5 Makanan Penyebab Kanker Otak

Jakarta, CNN Indonesia — Komedian Agung Hercules meninggal dunia akibat kanker otak. Pria yang akrab dengan mikrofon barbel ini berpulang di usia 51 tahun. Kanker termasuk penyakit yang ditakuti karena bisa berisiko fatal atau menimbulkan kecacatan.

Meski penyebab kanker otak belum diketahui secara pasti, tetapi pencegahan layak dilakukan. Ini termasuk mengurangi makanan yang bisa memperbesar risiko timbulnya kanker termasuk kanker otak. Berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan dan dikurangi asupannya.

1. Makanan dan minuman berpemanis

Makanan dan minuman berpemanis rupanya tak cuma menimbulkan risiko diabetes. Ini juga merupakan minuman dan makanan pemicu kanker. Riset terbaru menemukan gula bisa memberikan ‘makanan’ untuk pertumbuhan tumor.

“Konsumsi gula berlebihan pada sel kanker bisa mengakibatkan lingkaran setan pada kelanjutan perkembangan dan pertumbuhan kanker,” kata ahli biologi molekuler asal Belgia, Johan Thevelin seperti dilansir dari Business Insider.

Dalam laman Better Health, disebut pemanis ini ditekankan pada pemanis buatan seperti, aspartame, sakarin dan siklamat.

2. Daging olahan

Tanpa disadari, orang banyak mengonsumsi daging olahan antara lain, sosis, daging yang diawetkan, peperoni dan bacon. Mengutip dari Cancer Center, konsumsi 50 gram daging olahan setiap hari bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker kolon.

Crystal Langlois, ahli gizi di Atlanta menyarankan untuk konsumsi daging yang diawetkan tanpa nitrat.

3. Olahan serba dibakar

Bahan pangan yang diolah dengan suhu tinggi atau melewati proses pembakaran bisa berubah jadi makanan pemicu kanker. Saat bahan pangan dibakar, timbul zat karsinogenik yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs).

Untuk menghindari risiko timbulnya zat karsinogenik, sebaiknya masak makanan Anda dengan suhu relatif rendah dan batasi asupan makanan yang dibakar dengan api langsung atau arang. Anda bisa memasak makanan dengan aman lewat metode mengukus, merebus atau memanggang dengan suhu rendah.

4. Alkohol

Konsumsi alkohol secara reguler bisa mengarah pada timbulnya kanker. Deret kanker yang perlu diwaspadai konsumen alkohol antara lain, kanker tenggorokan, kanker hati, kanker payudara dan kanker kolon alias usus besar.

National Cancer Institute menyebut risiko serangan kanker meningkat seiring dengan meningkatnya volume alkohol yang dikonsumsi. Sebuah analisis yang meneliti hampir 600ribu penenggak alkohol di 19 negara maju di seluruh dunia menyebut makin banyak alkohol yang dikonsumsi maka makin tinggi risiko segala jenis kanker yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

5. Produk makanan yang terkontaminasi pestisida

Paparan zat kimia tak pelak meningkatkan risiko kanker. Sayuran dan buah dengan kontaminasi pestisida bisa menjadi makanan pemicu kanker otak.

Oleh karena itu, perlu memperhatikan asal buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. Selain itu, pastikan sayur dan buah dikonsumsi dalam kondisi bersih. (els/chs)

Sumber

24 Thoughts to “5 Makanan Penyebab Kanker Otak”

  1. 20mg cialis daily

    20mg cialis daily

  2. tadalafil price walmart

    tadalafil price walmart

  3. azithromycin 500g tablets

    azithromycin 500g tablets

  4. cialis strength

    cialis strength

  5. is meloxicam a narcotic

    is meloxicam a narcotic

  6. augmentin medline

    augmentin medline

  7. metronidazole dosing

    metronidazole dosing

  8. cephalexin medication

    cephalexin medication

  9. lyrica celebrex

    lyrica celebrex

  10. RaymondNEINE

    телескопическая вышка
    http://podyemniki-machtovyye-teleskopicheskiye.ru

  11. เกมสล็อต เล่นเกมสล็อตฟรี ไม่มีคุณค่าใช่จ่ายสำหรับในการเล่น ทดสอบเล่นสล็อต พีจี ฟรีได้เงินจริง โดยเว็บไซต์ ของพวกเรา เล่นสล็อต ทดสอบเล่นฟรี ได้เงินจริงจำต้องเว็บไซต์พวกเรา

  12. ทาง เข้า xo เกมสล็อตออนไลน์ที่เเตกง่ายที่สุดในบรรดาเว็บสล็อตต้องมาเล่นกับเรา pgslot-th.com มีเกมให้เลือกหลากหลายรูปแบบภาพการ์ตูนสวย เด่นกว่าใครต้องเกมของระบบฝากถอนง่ายมาก

  13. Shaunheact

    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. Chatchaya Chantawan. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.
    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. Chatchaya Chantawan. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.
    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. Chatchaya Chantawan. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.
    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. Chatchaya Chantawan. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.

Leave a Comment